Menabung untuk Umroh memerlukan strategi yang disiplin agar niat ibadah tidak sekadar menjadi wacana. Apalagi dengan estimasi biaya tahun 2026 yang berkisar di angka Rp25 juta hingga Rp35 juta.
Berikut adalah langkah praktis dan realistis untuk mulai mengumpulkan dana Umroh:
Jangan hanya berkata "ingin Umroh", tapi tentukan angkanya.
Contoh: Target Rp30.000.000 dalam 2 tahun (24 bulan).
Hitungan: Rp30.000.000 ÷ 24 = Rp1.250.000 per bulan.
Jika terasa berat, bagi lagi menjadi target harian: Rp1.250.000 ÷ 30 = sekitar Rp42.000 per hari.
Jangan campur uang Umroh dengan uang belanja harian.
Buka Tabungan Haji/Umroh: Hampir semua bank syariah di Bandung memiliki produk ini. Kelebihannya, uang tidak bisa diambil dengan mudah dan biasanya bebas biaya administrasi.
Fitur Auto-Debet: Atur agar setiap tanggal gajian, uang langsung pindah ke rekening Umroh secara otomatis.
Karena nilai mata uang bisa terkena inflasi, menabung dalam bentuk emas adalah cara yang sangat cerdas untuk Umroh.
Cara: Beli emas (logam mulia atau cicil emas di pegadaian/aplikasi digital) sebanyak 0,5 - 1 gram setiap bulan.
Keuntungan: Harga emas cenderung naik mengikuti kenaikan biaya Umroh. Saat dana terkumpul (misal setara 40-50 gram emas), Anda tinggal menjualnya untuk pelunasan.
Cari celah pengeluaran yang bisa dialihkan ke dana Umroh. Di Bandung, gaya hidup cafe hopping atau belanja bisa cukup menguras kantong.
Contoh: Jika Anda biasa membeli kopi seharga Rp25.000 setiap hari, dengan berhenti melakukan itu, Anda sudah bisa menabung Rp750.000 per bulan.
Alihkan "uang jajan" menjadi "uang ibadah".
Banyak biro travel di Bandung (seperti yang disebutkan sebelumnya) memiliki program cicilan:
Booking Seat: Biasanya Anda cukup bayar uang muka (DP) sekitar Rp5-10 juta untuk mengamankan harga agar tidak naik.
Pelunasan: Sisa biaya dicicil hingga 1-2 bulan sebelum keberangkatan.
Tips Spiritual: Jangan lupa buat Celengan Umroh di rumah untuk uang receh atau uang kembalian belanja. Meskipun kecil, konsistensi ini menjaga niat tetap kuat setiap hari.