Nama Masjid Aisyah diambil dari kisah Ummul Mukminin Aisyah رضي الله عنها. Dalam peristiwa haji wada’, Aisyah tidak dapat melaksanakan umrah karena haid. Setelah selesai haji, Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkan Abdurrahman bin Abu Bakar رضي الله عنه untuk mengantarkan Aisyah ke Tan’im agar beliau berihram umrah dari tempat tersebut.
Masjid Aisyah menjadi simbol kemudahan dan kasih sayang dalam syariat Islam. Kisah ini menunjukkan bahwa Islam memberikan solusi dan kelonggaran bagi umatnya dalam beribadah sesuai dengan kondisi yang dialami.
Hingga kini, Masjid Aisyah menjadi salah satu miqat paling ramai dikunjungi jamaah umrah. Tempat ini mengajarkan bahwa niat yang tulus dan ketaatan kepada Allah selalu memiliki jalan, selama dijalani dengan kesabaran dan keikhlasan.