Sa’i dimulai dari Bukit Shafa dan diakhiri di Bukit Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan. Ibadah ini merupakan perintah Allah yang mengajarkan tentang usaha, kesabaran, dan tawakal dalam menghadapi ujian kehidupan.
Di Bukit Shafa, jamaah dianjurkan menghadap Ka’bah, bertakbir, bertahmid, dan berdoa sebelum memulai sa’i. Tempat ini menjadi simbol niat dan keteguhan hati dalam menjalankan perintah Allah.
Bukit Shafa mengajarkan bahwa setiap perjalanan ibadah harus diawali dengan niat yang ikhlas, usaha yang sungguh-sungguh, dan keyakinan penuh bahwa pertolongan Allah akan selalu menyertai hamba-Nya.