Sejak masa Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan para sahabat, Multazam menjadi tempat bagi jamaah untuk berdoa dengan penuh kerendahan hati. Jamaah biasanya menempelkan dada, wajah, dan kedua tangan ke dinding Ka’bah sambil memanjatkan doa-doa terbaik kepada Allah.
Multazam mengajarkan tentang kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya. Di tempat ini, manusia datang tanpa perantara, membawa segala harapan, penyesalan, dan permohonan hanya kepada Allah.
Keberadaan Multazam menjadi pengingat bahwa doa yang lahir dari hati yang tulus, penuh harap dan tawakal, memiliki kekuatan besar di sisi Allah, di mana pun dan kapan pun seorang hamba memohon kepada-Nya.