Hijir Ismail memiliki sejarah penting sejak masa Nabi Ibrahim عليه السلام dan Nabi Ismail عليه السلام. Area ini awalnya termasuk dalam bangunan Ka’bah, namun ketika kaum Quraisy merenovasi Ka’bah sebelum masa kenabian Rasulullah صلى الله عليه وسلم, mereka tidak memiliki dana yang cukup sehingga sebagian bangunan dikeluarkan, yang kini dikenal sebagai Hijir Ismail.
Tempat ini diyakini sebagai lokasi Nabi Ismail dan ibunya, Siti Hajar, berdoa dan beristirahat. Karena keutamaannya, banyak jamaah memanfaatkan Hijir Ismail untuk melaksanakan shalat sunnah dan memanjatkan doa.
Hijir Ismail mengajarkan bahwa keikhlasan, sejarah pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah menjadi bagian penting dari setiap sudut Baitullah yang penuh dengan keberkahan.